X

Siaran Pers

Dukung Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Masjid, BNI Syariah Gelar “Goes to Jogokariyan”

Dukung Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Masjid, BNI Syariah Gelar “Goes to Jogokariyan”

Yogyakarta, 2 Maret 2019. BNI Syariah mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid sehingga dapat meningkatkan perkembangan ekosistem halal. Hal ini dilakukan salah satunya melalui program Goes to Jogokariyan, yaitu studi banding ke masjid bersejarah yang berada di Kampung Jogokariyan, Yogyakarta. Hadir pada kesempatan ini Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti; Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo; Ketua Dewan Masjid Jogokariyan, Ustadz Jazir; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi; Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno; dan Pemimpin BNI Syariah Wilayah Barat, Edwin Fitrianto.

Program Goes to Jogokariyan merupakan program advance dari Pelatihan Manajemen Masjid “Masjidku Hasanahku”, dimana Goes to Jogokariyan mengundang peserta Pelatihan Manajemen Masjid tahun 2018 dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan kegiatan berupa sharing session dan diskusi interaktif bersama Ustadz Jazir mengenai pelaksanaan manajemen masjid dan melihat langsung contoh aktifitas di masjid Jogokariyan

“Tujuan program Pelatihan Manajemen Masjid “Masjidku Hasanahku” adalah meningkatkan peranan masjid sebagai pusat aktifitas keumatan, baik untuk kegiatan pendidikan, pembinaan, pembentukan karakter, dan aspek lainnya. Hal ini yang membuat BNI Syariah dan Daarut Tauhiid Peduli bersinergi untuk bisa melestarikan dan mengembangkan masjid melalui program Pelatihan Manajemen Masjid,” ujar Firman, Sabtu (2/3).

Menurut Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, melalui program ini, BNI Syariah berharap masjid yang ada digunakan sebagai sarana mencerdaskan dan sebagai pusat kegiatan umat agar lebih produktif, terutama sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Selain itu, diharapkan program ini dapat mencetak takmir-takmir masjid yang profesional untuk peningkatan kualitas pengelolaan masjid, serta mengoptimalkan peranan masjid di tengah lingkungan masyarakat. Semoga hal ini dapat memberikan kontribusi optimal bagi perkembangan ekosistem halal dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Program ini merupakan kelanjutan dari program yang sama di tahun 2018 dan sudah terlaksana di 10 kota yaitu Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bandung. Jumlah peserta Pelatihan Manajemen Masjid “Masjidku Hasanahku” selama tahun 2018 yang berpartisipasi sebanyak 1.256 masjid dan 2.284 orang dari target awal 1.000 masjid.

Melihat hasil positif dari pelaksanaan program Pelatihan Manajemen Masjid di tahun 2018 dan besarnya antusias dari para peserta, maka BNI Syariah melanjutkan kembali program ini pada tahun 2019. Perbedaan dengan tahun sebelumnya, program Pelatihan Manajemen Masjid 2019 dibagi menjadi dua program, yaitu Program Basic Pelatihan Manajemen Masjid dan Program Advance Pelatihan Manajemen Masjid yang terdiri dari Program Goes to Jogokariyan dan Masjid Binaan BNI Syariah: Piloting Project “Masjidku Hasanahku”.

Pada tahun 2019 Program Pelatihan Manajemen Masjid akan dilaksanakan di 20 kota selama bulan Maret sampai dengan Desember 2019. Kota yang dimaksud adalah Lhoksumawe, Palembang, Jambi, Lampung, Batam, Pekanbaru, Bogor, Purwokerto, Cirebon, Tasikmalaya, Pekalongan, Kudus, Kendari, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin dan Lombok. Program ini dilakukan untuk meningkatkan empat manajemen di masjid yaitu keuangan, organisasi, menyusunan program dan pengembangan usaha. Selain itu, melalui program ini BNI Syariah membantu masjid mempunyai legalitas dokumen sebagai persyaratan pembukaan rekening di BNI Syariah.

Pada pelaksanaan program ini di tahun 2018, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menopang portofolio DPK BNI Syariah secara keseluruhan di tahun 2018 mencapai Rp 35,50 Triliun, tumbuh sebesar 20,82% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 349 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua: K.H. Ma’ruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro; Komisaris: Rizqullah, Max Niode.

Direksi :

Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; SEVP Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Related

Share