X

Siaran Pers

Wakaf Dukung Pertumbuhan Keuangan Syariah

Wakaf Dukung Pertumbuhan Keuangan Syariah

Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bappenas, Pungky Sumadi, Direktur Penelitian Pengembangan Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman Hendarsyah, Direktur Utama BNI Syariah, Imam T. Saptono dan Pemimpin Redaksi Harian Republika, Irvan Junaidi di gedung Dewan Pers Jakarta (20/2)

Jakarta, 20 Februari 2017 - Berdasarkan perhitungan Badan Wakaf Indonesia potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp 120 Triliun/tahun diasumsikan 100 juta warga negara Indonesia mewakafkan dananya sebesar Rp 100 ribu/bulan. Potensi yang demikian besar sudah selayaknya digarap dengan baik guna memperkuat perekonomian nasional. Untuk itu diperlukan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan yaitu regulator, lembaga keuangan dan birokrat.

Untuk itu, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat merasa perlu turut menyebarluaskan program dan manfaat Wakaf Hasanah yang digagas BNI Syariah melalui Diskusi Publik bertema “Melirik Wakaf sebagai Instrumen Potensial Ekonomi Syariah”. Pada acara yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin malam (20/2/2017), hadir narasumber antara lain Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur BAPPENAS sekaligus mewakili Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Pungky Sumadi, Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono, Pemimpin Redaksi Harian Republika Irvan Junaidi, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lembaga keuangan yang saat ini telah merintis model bisnis pada bidang wakaf adalah BNI Syariah dengan produk Wakaf Hasanah sebagai salah satu bentuk terobosan. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian sekaligus jalan keluar bagi industri perbankan syariah tanah air untuk terlepas dari jebakan pertumbuhan yang stagnan di angka lima persen dari keseluruhan industri perbankan nasional.

Masing-masing narasumber memaparkan berbagai hal. Mulai dari arah kebijakan keuangan syariah nasional, mengupas tuntas wakaf hasanah dan potensi pengembangan perbankan syariah, memotret industri perbankan syariah di mata media, hingga menyorot dukungan OJK terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah.

Wakaf menjadi salah satu instrumen baru perbankan syariah yang berpotensi dalam pengembangan ekonomi masyarakat karena melalui penghimpunan dana yang besar serta manajemen wakaf yang tepat sasaran dan efektif dapat menciptakan asset-asset produktif yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi lambannya pertumbuhan perbankan syariah, Direktur Eksekutif SPS Pusat Asmono Wikan menilai, hal itu dikarenakan geliat aktivitas industri perbankan syariah belum mendapat dukungan maksimal dari media. Latar belakangnya boleh jadi disebabkan oleh minimnya pemahaman media tentang perbankan syariah. “Industri perbankan syariah harus bersinergi dengan media. Supaya inovasi dan kreasi yang dilakukan perbankan syariah bisa terkomunikasikan dengan baik kepada publik,” ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Corporate Secretary BNI Syariah Endang Rosawati mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan engagement dengan para stakeholders, termasuk pers. Salah satunya, BNI Syariah bersama SPS Pusat menginisiasi wadah bagi jurnalis untuk mendalami ekonomi syariah. Wadah yang kemudian bernama Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) itu telah terbentuk di sepuluh kota besar di Indonesia. “Melalui JES, kami mendapatkan banyak masukan baik dari aspek kebijakan, regulasi, edukasi, hingga respons masyarakat. Berkat JES pula, kami menerima banyak pemberitaan positif dan akurat,” ujarnya.

Turut hadir pada acara tersebut 20 jurnalis yang tergabung dalam komunitas JES di sepuluh kota di Indonesia, jurnalis Jakarta, praktisi perbankan syariah, kalangan perbankan, hingga akademisi perguruan tinggi. ***

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,9% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 14.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 323 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.400 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Dewan Pengawas Syariah : Ketua: K.H. Ma’ruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro; Komisaris: Syakir Sula*, Rizqullah, Max Niode*.

Direksi : Direktur Utama: Imam Teguh Saptono; Direktur: Junaidi Hisom, Kukuh Rahardjo

*Berlaku efektif setelah fit and proper test

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi :

Komunikasi Perusahaan

PT Bank BNI Syariah

Endang Rosawati - Corporate Secretary

Email: corcom@bnisyariah.co.id | Telpon: 021 - 2970 1946 | Fax: 021 - 021 - 2966 7935

Related

Share