X

Siaran Pers

BNI Syariah Salurkan Bantuan Untuk 400 Kepala Keluarga Korban Kebakaran di Kampung Bandan

Jakarta, 14 Mei 2019. BNI Syariah bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) menyalurkan bantuan kepada 400 kepala keluarga korban kebakaran yang berlokasi di di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Kebakaran ini terjadi di pemukiman padat penduduk di 3 RT yaitu RT 11,12,13 yang termasuk dalam wilayah RW 15. Akibat kebakaran ini, ratusan rumah terbakar dan ribuan warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BNI Syariah memfokuskan pada 250 anak korban kebakaran yang berada di tempat pengungsian. Pada kesempatan ini, BNI Syariah bersama YHT melakukan kegiatan trauma healing diantaranya cerita dongeng anak, cara menghadapi bencana, dan kiat - kiat belajar di tenda pengungsian.

Bantuan pertama yang diberikan diantaranya 250 paket sekolah berupa buku dan seragam sekolah, makanan siap saji untuk sekitar 3.500 warga pengungsian, peralatan MCK seperti sabun, peralatan mandi, handuk dan perlengkapan ibadah. Dimana per Maret 2019 telah tersalurkan alokasi dana kemanusiaan sebesar Rp 2,4 Miliar.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi mengatakan “Sebagai Hasanah Banking Partner, kami tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan juga berkomitmen untuk menebarkan Hasanah seluas-luasnya kepada masyarakat. BNI Syariah memprioritaskan trauma healing anak - anak saat musibah terjadi, karena kami menyadari bahwa mindset anak terhadap bencana harus dipulihkan karena mereka merupakan aset bagi dirinya sendiri, keluarga, dan bangsa Indonesia.”

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang IAIN Madura

IAIN Madura merupakan lembaga pendidikan tinggi yang memiliki misi menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang religius dan kompetitif guna menghasilkan lulusan yang islami, moderat, kompeten, mandiri, berdaya saing, dan cinta tanah air. IAIN Madura memiliki 14 fakultas dan 2 pascasarjana, dengan jumlah mahasiswa aktif lebih dari 10.000 orang serta dosen dan staff sebanyak 368 pegawai.

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 349 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua: K.H. Ma’ruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro; Komisaris: Rizqullah, Max Niode.

Direksi :

Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; SEVP Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Related

Share