X

Siaran Pers

Kembangkan Ekosistem Halal, BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid Mall

Kembangkan Ekosistem Halal, BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid Mall

Jakarta, 2 Mei 2019. BNI Syariah berusaha mengembangkan program manajemen masjid. Setelah melakukan program pelatihan manajemen masjid di 10 kota besar pada tahun 2018, di tahun 2019, BNI Syariah melakukan variasi jenis masjid antara lain adalah masjid perkantoran dan masjid mall.

Pelatihan Manajemen Masjid Mall ini dilakukan karena masjid di mall telah mengalami pertumbuhan kualitas dan kuantitas sehingga menjadi potensi untuk pengembangan umat.

Dengan Pelatihan Manajemen Masjid Mall, BNI Syariah ingin meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan manajemen masjid serta menjadikan masjid sebagai wadah dalam mensyiarkan agama Islam.

Pelatihan Manajemen Masjid Mall 2019 dihadiri oleh SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi; Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno; Pemimpin Wilayah Jabodetabek Plus BNI Syariah, Ali Muafa; Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Muhammad Jazir dan Ketua DKM Masjid Daarut Tauhiid Bandung, Agus Mubarok.

Acara Pelatihan Manajemen Masjid Mall 2019 dilakukan di Hall Gibraltar Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (2/5).

Pelatihan Manajemen Masjid Mall ini diharapkan bisa memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia. Dalam mendukung peningkatan ekosistem halal di Indonesia, BNI Syariah memiliki beberapa produk diantaranya pembiayaan konsumtif pembelian rumah atau kendaraan.

Selain itu ada pula produk kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card, pembiayaan produktif modal kerja, investasi, dan mikro, serta tabungan haji dan umroh BNI iB Baitullah Hasanah.

Peserta Pelatihan Manajemen Masjid Mall ini adalah pengurus masjid yang ada di mall. Pelatihan ini mencakup pengembangan operasional masjid terkait sumber daya manusia serta sharing session terkait manajemen masjid.

Latar belakang pelatihan masjid mall ini karena di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, terdapat banyak pusat perbelanjaan (mall) yang banyak dikunjungi oleh masyarakat.

Disisi lain, Pelatihan Manajemen Masjid Mall masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam mengatur kegiatan operasional baik itu fasilitas maupun aktivitas, sehingga meningkatkan kenyamanan masyarakat yang akan menunaikan ibadah shalat.

Sejarah mencatat pada era Nabi Muhammad masjid memiliki peran yang sangat penting dalam peradaban umat Islam. Masjid merupakan pusat intelektualitas, pusat aktivitas sosial, politik dan ekonomi.

Masjid mencerminkan seluruh aktivitas umat, masjid menjadi pengukur dan indikator dari kesejahteraan umat baik lahir maupun batin. Masjid sebagai pranata sosial Islam sekaligus media rahmatan lil’alamin hanya bisa terwujud jika masjid menjalankan peran dan fungsinya.

Ada tiga tujuan Pelatihan Manajemen Masjid Mall, pertama adalah mendukung perkembangan masjid mall dalam hal manajemen. Kedua menjadikan masjid mall sebagai wadah menyiarkan agama islam dan ketiga meningkatkan brand awareness BNI Syariah yang bisa berdampak pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK).

Diharapkan pelatihan ini bisa meningkatkan tabungan BNI iB Hasanah non perorangan di BNI Syariah. Sebagai gambaran, pada pelatihan manajemen masjid 2019 di 20 kota, BNI Syariah menargetkan jumlah peserta 4.000 orang dari 2.000 masjid.

Target pelaksanaan Pelatihan Manajemen Masjid 2019 ini lebih tinggi dibanding pelaksanaan pada tahun 2018, yaitu di 10 kota dengan peserta sebanyak 2.284 orang dari 1.256 masjid.

Pada pelaksanaan program pelatihan masjid di 2018, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menjadi salah satu penopang portofolio DPK BNI Syariah secara keseluruhan di tahun 2018 mencapai Rp 35,50 triliun, tumbuh sebesar 20,82% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang IAIN Madura

IAIN Madura merupakan lembaga pendidikan tinggi yang memiliki misi menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang religius dan kompetitif guna menghasilkan lulusan yang islami, moderat, kompeten, mandiri, berdaya saing, dan cinta tanah air. IAIN Madura memiliki 14 fakultas dan 2 pascasarjana, dengan jumlah mahasiswa aktif lebih dari 10.000 orang serta dosen dan staff sebanyak 368 pegawai.

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 349 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua: K.H. Ma’ruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro; Komisaris: Rizqullah, Max Niode.

Direksi :

Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; SEVP Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Related

Share