X

Siaran Pers

Potensi Transaksi Tapcash Baznas Card Untuk Ziswaf capai Rp 25 miliar

Potensi Transaksi Tapcash Baznas Card Untuk Ziswaf capai Rp 25 miliar

Solo, 4 Maret 2019. BNI Syariah berusaha mempermudah pembayaran Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) para muzakki atau orang yang berzakat. Salah satunya melalui kartu Tapcash BAZNAS Card.

Kartu ini merupakan uang elektronik yang diterbitkan BNI Syariah diperuntukkan bagi muzakki yang menunaikan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional).

Terkait dengan upaya mempermudah pembayaran Ziswaf ini, pada Senin (04/03), BNI Syariah melakukan kerjasama dengan BAZNAS disela acara Rapat Koordinasi Nasional Zakat 2019 yang diadakan BAZNAS.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla; Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Fiman Wibowo; dan Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo.

Dalam acara ini Abdullah Fiman Wibowo menyerahkan Tapcash BAZNAS Card kepada Bambang Sudibyo. “Kartu ini memuat informasi seperti nama muzakki dan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) yang merupakan nomor identitas bagi setiap pembayar zakat,” kata Abdullah Fiman Wibowo, Senin (04/03).

Selain itu, Tapcash BAZNAS Card juga dapat digunakan untuk pembayaran tol, KRL, busway, dan sebagai alat bayar di beberapa groceries. Top up saldo Tapcash BAZNAS Card bisa dilakukan melalui fasilitas mobile banking atau ATM BNI Syariah.

Pada tahun ini potensi transaksi Tapcash BAZNAS Card untuk Ziswaf di BNI Syariah mencapai Rp 25 miliar dengan target sebanyak 100 ribu pemegang kartu.

BNI Syariah juga mendukung kemudahan pembayaran Ziswaf bagi nasabah dan masyarakat melalui berbagai channel berbasis teknologi digital bersinergi dengan BNI Induk seperti e-banking (ATM, mobile banking, dan internet banking) dengan fitur pembayaran Ziswaf, serta aplikasi android Wakaf Hasanah dan website wakafhasanah.bnisyariah.co.id.

Selama tahun 2018 dana zakat yang terhimpun di BNI Syariah tercatat senilai total Rp 101 miliar. Dana ini terbagi menjadi dua yaitu melalui  Yayasan Hasanah Titik (mitra pengelola Ziswaf BNI Syariah) baik zakat dari nasabah, perusahaan, maupun karyawan sebesar Rp 41 miliar dengan penyaluran pada bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi dan dakwah. Yang kedua, dana zakat masyarakat dari lembaga zakat mitra BNI Syariah sebesar Rp 60 miliar.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 349 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua: K.H. Ma’ruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro; Komisaris: Rizqullah, Max Niode.

Direksi :

Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; SEVP Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Related

Share