X

Siaran Pers

Apresiasi Nasabah Loyal, BNI Syariah Gelar Customer Loyalty Gathering

Apresiasi Nasabah Loyal, BNI Syariah Gelar Customer Loyalty Gathering

Jakarta, 25 Februari 2019. Dalam rangka menjalin ukhuwah dengan segenap nasabah, BNI Syariah menggelar acara Customer Loyalty Gathering di Hotel Pullman, Jakarta. Hadir dalam kesempatan ini Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto; dan SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi.

Pada kesempatan ini, BNI Syariah mempersembahkan program khusus yang dapat dinikmati oleh para loyalty customer, diantaranya New / Top-Up Limit Hasanah Card, pembiayaan konsumer dengan tarif spesial, diskon khusus untuk paket perjalanan umroh. Hal ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi yang setinggi-tingginya bagi nasabah yang telah setia mengiringi perjalanan BNI Syariah. Selain itu, BNI Syariah memberikan doorprize dalam bentuk Wakaf Uang yang disalurkan kepada nazhir atau pengelola wakaf yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam bentuk "Cash Wakaf Linked Sukuk" untuk project pembelian kapal nelayan korban tsunami selat sunda serta Dompet Dhuafa (DD) untuk project pembangunan "RS Hasyim Asyari" di Jombang, Jawa Timur. Hal ini sebagai bagian dari Hasanah Banking Partner, BNI Syariah memfasilitasi nasabah untuk mendapatkan kebaikan di dunia sampai di akhirat kelak.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan, “Melalui customer loyalty gathering, kami mengajak para nasabah untuk menjadi mitra kami dalam berhasanah, semoga dapat menjadi mitra dalam mensyiarkan perbankan syariah.”

Animo masyarakat akan perbankan syariah semakin tinggi sejalan dengan semakin meningkatnya literasi dan inklusi perbankan syariah. Total nasabah BNI Syariah per Desember 2018 sebanyak 3 juta nasabah meningkat 21,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Alhamdulillah berkat kepercayaan dari segenap nasabah, kinerja BNI Syariah tahun 2018 tumbuh positif. Per Desember 2018, BNI Syariah memperoleh Laba bersih sebesar Rp 416,08 Miliar atau naik 35,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Aset BNI Syariah mencapai Rp 41,05 Triliun, tumbuh sebesar 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi bisnis khususnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp 35,50 Triliun, tumbuh sebesar 20,82% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta. Dari penempatan dana nasabah, BNI Syariah telah menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp 28,30 Triliun, naik sebesar 19,93% dengan kualitas pembiayaan (NPF) terjaga dibawah 3%.

Kepercayaan tersebut juga dibuktikan melalui 57 penghargaan yang diperoleh BNI Syariah sepanjang tahun 2018 diantaranya 3 penghargaan internasional, yaitu Best Commercial Bank in Indonesia kategori Islamic Bank dari Alpha Southeast Asia di Singapura, Best Commercial Bank kategori Bank Syariah Buku 2 dari Islamic Business & Finance, Malaysia dan The Best Sharia Bank in Asia & Turkey 2018 dari Majalah Economic Review. Selain itu penghargaan dari Infobank sebagai Bank Syariah Kinerja Terbaik tahun 2013-2017 kategori aset >Rp 25 Triliun, Majalah Investor sebagai Bank Syariah Terbaik kategori aset >Rp 10 Triliun, dan Tempo sebagai The Most Efficient Bank & The Most Reliable Bank kategori asset >Rp 10 Triliun serta penghargaan lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, semoga Allah senantiasa meridhoi langkah untuk memanfaatkan produk perbankan syariah yang halal, seperti disebutkan dalam Al-Qur'an QS An-Nahl : 41 bahwa orang yang berhijrah karena Allah akan diberikan tempat yang baik di dunia dan pahala di akhirat yang lebih besar,” tutup Abdullah Firman Wibowo.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 349 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***

Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya. Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua: K.H. Ma’ruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro; Komisaris: Rizqullah, Max Niode.

Direksi :

Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; SEVP Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Related

Share