X

Siaran Pers

BNI Syariah Jalin Sinergi Membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) di Balikpapan

Balikpapan, 9 Maret 2018 - Bertempat di Hotel Novotel, Balikpapan BNI Syariah bersama dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) mengadakan acara “Bincang-bincang bersama Jurnalis” dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Perbankan Syariah yang Berkualitas” bersamaan dengan Launching Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) di Balikpapan. Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Walikota Balikpapan Bidang Ekonomi Pembangunan, Djum Ali, Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi, Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur, Dwi Ariyanto, Manajer Moneter Bank Indonesia Balikpapan, Joko Andoko, Ketua MUI Kota Balikpapan Bidang Dakwah Islamiyah, Dr. H. Sugianto, MM, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Abdul Haerah, Pemimpin Konsumer dan Retail Wilayah BNI, Iwan Ariawan, Pemimpin Cabang BNI Balikpapan, Untung Rahmat Basuki, Pemimpin Cabang BNI Syariah Balikpapan, Jessi R. Mulya, Pemimpin Cabang BNI Syariah Samarinda, Burhan Muin, Direktur Eksekutif SPS, Asmono Wikan, Sekretaris SPS Kalimantan Timur, Sofyan Maskur, dan Ketua JES Jakarta, Kristopo.

“Industri perbankan syariah di Indonesia saat ini menunjukkan tanda-tanda terus membaik dimana saat ini market share perbankan syariah mencapai 5,5% dari total pangsa pasar industri perbankan nasional. Perkembangan industri perbankan syariah yang terus tumbuh ini perlu terus didorong dengan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan syariah. Untuk itulah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah dimana JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia”, papar Direktur Kepatuhan dan Risiko, Tribuana Tunggadewi.

Sementara Staf Ahli Walikota Balikpapan Bidang Ekonomi Pembangunan, Djum Ali menyampaikan karakteristik perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan saling menguntungkan bagi masyarakat dan Bank karena menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dalam berproduksi dan menghindari kegiatan yang berspekulatif dalam transaksi keuangan. Dengan menyediakan berbagai produk skema yang lebih variatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Untuk itu perlu dukungan semua pihak untuk mendukung perbankan syariah, melalui forum diskusi seperti ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran yang brilian untuk perkembangan ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Lebih lanjut Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur, Dwi Ariyanto menyampaikan,“Literasi keuangan syariah nasional sebesar 8,1% dengan inklusi sebesar 11% artinya pemanfaatan produk syariah lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pemahaman produk syariah. Sedangkan untuk Kaltim literasi keuangan syariah baru 3,6 dibandingkan dengan inklusi sebesar 12,4%. Melalui terbentuknya JES di Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur dapat memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat betul-betul memahami terhadap produk syariah yang akan diikuti dengan inklusi yang meningkat”.

“Tiga komponen penting membumikan ekonomi syariah yaitu pertama pemerintah, tidak hanya mendukung regulasi maupun sektor riil dalam bentuk bantuan modal, diantaranya tabungan haji yang ditempatkan di perbankan syariah. Kedua stakeholders, ulama, pakar ekonomi syariah, untuk terobosan dalam ekonomi syariah dan ketiga media, menjadi alat sebagai produk mengedukasi masyarakat luas, tulisan, seminar, simposium agar masyarakat semakin cerdas. Membumikan ekonomi syariah tidak hanya tuntutan sebagai jurnalis juga sebagai amal dakwah timbangan amal”, papar Ketua MUI Kota Balikpapan Bidang Dakwah Islamiyah, Dr. H. Sugianto, MM .


Jurnalis Ekonomi Syariah (JES)

JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Jambu Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 November 2010 bersamaan dengan press gathering BNI Syariah. Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 11 kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Makassar, Palu, Banda Aceh, Padang dan Bandung. Pada kesempatan ini dibentuk JES ke-12 di Kota Balikpapan yang meliputi wilayah Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan launching yang ditandai dengan penandatangan piagam pengesahan pembentukan JES Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur. Susunan pengurus JES Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur, Jumát 9 Maret 2018 :

Ketua : Aji Chandra-Kaltim Post.

Sekretaris : Siti Zubaidah-Tribun Kaltim.

Bendahara : Kurnia-Balikpapan TV.

Bidang Anggota : Debi-Smart FM, Esa-Balikpapan Post.

Bidang Program : Junaidi-RRI, Novi-Antara.

Bidang Humas : Riyadi-Balikpapan Post, Powiran-Beruang TV.

Penasehat : Abduh Kudu-Tribun Kaltim, Teguh Suwito-TVRI Balikpapan, Amir Syarifudin-Warta Ekonomi.


Kinerja dan Layanan BNI Syariah dan Kalimantan Timur

BNI Syariah sebagai bagian dari BNI Incorporated merupakan anak perusahaan BNI diawali dari Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000 kemudian statusnya meningkat (spin off) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada 19 Juni 2010. Per Desember 2017 telah memiliki aset sebesar Rp 34 Trilliun Rupiah dengan jumlah customer lebih dari 2,4 juta dan jaringan sebanyak 349 outlet yang tersebar diseluruh Indonesia ditambah lebih dari 1.400 Syariah Channeling Office (SCO) Kantor Cabang BNI yang dapat melayani pembukaan rekening BNI Syariah.

Kinerja BNI Syariah tahun 2017 terus mengalami pertumbuhan yang positif. Laba bersih mencapai Rp 306,68 Miliar atau naik 10,6% dari tahun 2016 sebesar Rp 277,37 Miliar. Kenaikan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal.

Aset BNI Syariah tahun 2017 mencapai Rp 34,82 Triliun atau naik sebesar 23,0% dari tahun 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,0%. Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 23,60 Triliun atau naik 15,14% sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16%. Komposisi pembiayaan tahun 2017 disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp 12,16 Triliun (51,5%), diikuti segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 5,13 Triliun (21,7%), segmen Komersial Rp 4,53 Triliun (19,2%), segmen Mikro Rp 1,40 Triliun (5,9%), dan Hasanah Card Rp 371,62 Miliar (1,7%). Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana tahun 2017 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 2,89%, dibawah rata-rata industri yang mencapai 4,77%.

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 29,38 Triliun atau naik 21,2%, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8% dengan jumlah nasabah sebesar 2,5 juta. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51,60%.

Pertumbuhan kinerja BNI Syariah diikuti oleh pertumbuhan kinerja BNI Syariah wilayah Kalimantan Timur. ”Alhamdulillah kehadiran BNI Syariah diterima baik oleh warga Kalimantan Timur terbukti dengan Kinerja Wilayah Kalimantan Timur yang terus meningkat. Per Desember 2017 aset BNI Syariah Wilayah Kalimantan Timur mencapai Rp 491 Milyar dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp 473 Milyar dan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 383 Milyar”, papar Direktur Kepatuhan dan Risiko, Tribuana Tunggadewi.

BNI Syariah memiliki 2 Kantor Cabang di Wilayah Kalimantan Timur yaitu Balikpapan dan Samarinda. Kantor Cabang BNI Syariah Balikpapan berlokasi di Jl. Sudirman sedangkan Kantor Cabang BNI Syariah Samarinda berlokasi di Jl. Ir H. Juanda dengan 2 KCP di Balikpapan Baru dan Tarakan serta didukung oleh 44 outlet Shariah Channeling Office (SCO) BNI. Insya Allah mohon doa restu dari Bapak dan Ibu, Juni 2018 BNI Syariah akan membuka KCP di Bontang.

BNI Syariah senantiasa menjadi mitra yang Hasanah (Hasanah Banking Partner) dengan mendampingi seluruh nasabah melalui layanan dan produk unggulan sejak lahir sampai mempersiapkan kehidupan di akhirat kelak yang kami namakan dengan Hasanah Way seperti tabungan BNI iB Hasanah, BNI Griya iB Hasanah, BNI iB Hasanah Card dan produk unggulan lainnya. Saat ini perkembangan era digital dan financial technologi, mendorong BNI Syariah untuk terus ber inovasi dengan meluncurkan aplikasi Wakaf Hasanah, Hasanah Personal, dan Tapcash untuk pembayaran tol, kereta, commuterline, busway, parkir dan pembayaran lainnya yang bekerjasama dengan BNI. Berkat kepercayaan dari seluruh mitra stakeholders inilah sampai dengan akhir 2017 BNI Syariah telah memperoleh 50 penghargaan dari media dan berbagai institusi, salah satunya kinerja terbaik 5 tahun berturut-turut dari Infobank.


Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,9% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 14.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 323 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.400 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***


Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al-Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk/layanannya. Cita-cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua : K.H. Ma’ruf Amin, Anggota : DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro, Komisaris : Syakir Sula*, Rizqullah, Max Niode.

Direksi : Direktur Utama : Abdullah Firman Wibowo *, Direktur : Junaidi Hisom, Dhias Widhiyati, Tribuana Tunggadewi.

* Berlaku efektif setelah fit and proper test.


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi :

Komunikasi Perusahaan

Adjat Djatnika | Corporate Secretary I Hp : 081386608870.

Barno Sudarwanto | Corporate Secretary I Hp : 08122873446.

M Iqbal Taqiudin | Corporate Communication Manager I Hp : 081291437909.

Email : corcom@bnisyariah.co.id | Telpon : 021-2970 1946 | Fax : 021-2966 7935.

Balikpapan, 9 Maret 2018 - Bertempat di Hotel Novotel, Balikpapan BNI Syariah bersama dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) mengadakan acara “Bincang-bincang bersama Jurnalis” dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Perbankan Syariah yang Berkualitas” bersamaan dengan Launching Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) di Balikpapan. Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Walikota Balikpapan Bidang Ekonomi Pembangunan, Djum Ali, Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi, Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur, Dwi Ariyanto, Manajer Moneter Bank Indonesia Balikpapan, Joko Andoko, Ketua MUI Kota Balikpapan Bidang Dakwah Islamiyah, Dr. H. Sugianto, MM, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Abdul Haerah, Pemimpin Konsumer dan Retail Wilayah BNI, Iwan Ariawan, Pemimpin Cabang BNI Balikpapan, Untung Rahmat Basuki, Pemimpin Cabang BNI Syariah Balikpapan, Jessi R. Mulya, Pemimpin Cabang BNI Syariah Samarinda, Burhan Muin, Direktur Eksekutif SPS, Asmono Wikan, Sekretaris SPS Kalimantan Timur, Sofyan Maskur, dan Ketua JES Jakarta, Kristopo.

“Industri perbankan syariah di Indonesia saat ini menunjukkan tanda-tanda terus membaik dimana saat ini market share perbankan syariah mencapai 5,5% dari total pangsa pasar industri perbankan nasional. Perkembangan industri perbankan syariah yang terus tumbuh ini perlu terus didorong dengan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan syariah. Untuk itulah, BNI Syariah bersama dengan rekan-rekan wartawan membentuk Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dengan tujuan membantu pemerintah, industri syariah dan praktisi syariah serta siapa saja yang berkaitan dengan ekonomi syariah dimana JES ikut serta (pro aktif) dalam menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia”, papar Direktur Kepatuhan dan Risiko, Tribuana Tunggadewi.

Sementara Staf Ahli Walikota Balikpapan Bidang Ekonomi Pembangunan, Djum Ali menyampaikan karakteristik perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil memberikan alternatif sistem perbankan saling menguntungkan bagi masyarakat dan Bank karena menonjolkan aspek keadilan dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dalam berproduksi dan menghindari kegiatan yang berspekulatif dalam transaksi keuangan. Dengan menyediakan berbagai produk skema yang lebih variatif, perbankan syariah menjadi alternatif sistem perbankan yang kredibel dan dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Untuk itu perlu dukungan semua pihak untuk mendukung perbankan syariah, melalui forum diskusi seperti ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran yang brilian untuk perkembangan ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Lebih lanjut Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur, Dwi Ariyanto menyampaikan,“Literasi keuangan syariah nasional sebesar 8,1% dengan inklusi sebesar 11% artinya pemanfaatan produk syariah lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pemahaman produk syariah. Sedangkan untuk Kaltim literasi keuangan syariah baru 3,6 dibandingkan dengan inklusi sebesar 12,4%. Melalui terbentuknya JES di Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur dapat memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat betul-betul memahami terhadap produk syariah yang akan diikuti dengan inklusi yang meningkat”.

“Tiga komponen penting membumikan ekonomi syariah yaitu pertama pemerintah, tidak hanya mendukung regulasi maupun sektor riil dalam bentuk bantuan modal, diantaranya tabungan haji yang ditempatkan di perbankan syariah. Kedua stakeholders, ulama, pakar ekonomi syariah, untuk terobosan dalam ekonomi syariah dan ketiga media, menjadi alat sebagai produk mengedukasi masyarakat luas, tulisan, seminar, simposium agar masyarakat semakin cerdas. Membumikan ekonomi syariah tidak hanya tuntutan sebagai jurnalis juga sebagai amal dakwah timbangan amal”, papar Ketua MUI Kota Balikpapan Bidang Dakwah Islamiyah, Dr. H. Sugianto, MM .


Jurnalis Ekonomi Syariah (JES)

JES merupakan forum wartawan yang meliput tentang ekonomi syariah didirikan di Rumah Jambu Luwuk, Bogor, Jawa Barat pada tanggal 6 November 2010 bersamaan dengan press gathering BNI Syariah. Sampai saat ini telah terbentuk forum wartawan JES di 11 kota yaitu Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Makassar, Palu, Banda Aceh, Padang dan Bandung. Pada kesempatan ini dibentuk JES ke-12 di Kota Balikpapan yang meliputi wilayah Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan launching yang ditandai dengan penandatangan piagam pengesahan pembentukan JES Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur. Susunan pengurus JES Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur, Jumát 9 Maret 2018 :

Ketua : Aji Chandra-Kaltim Post.

Sekretaris : Siti Zubaidah-Tribun Kaltim.

Bendahara : Kurnia-Balikpapan TV.

Bidang Anggota : Debi-Smart FM, Esa-Balikpapan Post.

Bidang Program : Junaidi-RRI, Novi-Antara.

Bidang Humas : Riyadi-Balikpapan Post, Powiran-Beruang TV.

Penasehat : Abduh Kudu-Tribun Kaltim, Teguh Suwito-TVRI Balikpapan, Amir Syarifudin-Warta Ekonomi.


Kinerja dan Layanan BNI Syariah dan Kalimantan Timur

BNI Syariah sebagai bagian dari BNI Incorporated merupakan anak perusahaan BNI diawali dari Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000 kemudian statusnya meningkat (spin off) menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada 19 Juni 2010. Per Desember 2017 telah memiliki aset sebesar Rp 34 Trilliun Rupiah dengan jumlah customer lebih dari 2,4 juta dan jaringan sebanyak 349 outlet yang tersebar diseluruh Indonesia ditambah lebih dari 1.400 Syariah Channeling Office (SCO) Kantor Cabang BNI yang dapat melayani pembukaan rekening BNI Syariah.

Kinerja BNI Syariah tahun 2017 terus mengalami pertumbuhan yang positif. Laba bersih mencapai Rp 306,68 Miliar atau naik 10,6% dari tahun 2016 sebesar Rp 277,37 Miliar. Kenaikan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal.

Aset BNI Syariah tahun 2017 mencapai Rp 34,82 Triliun atau naik sebesar 23,0% dari tahun 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,0%. Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 23,60 Triliun atau naik 15,14% sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16%. Komposisi pembiayaan tahun 2017 disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp 12,16 Triliun (51,5%), diikuti segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 5,13 Triliun (21,7%), segmen Komersial Rp 4,53 Triliun (19,2%), segmen Mikro Rp 1,40 Triliun (5,9%), dan Hasanah Card Rp 371,62 Miliar (1,7%). Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana tahun 2017 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 2,89%, dibawah rata-rata industri yang mencapai 4,77%.

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 29,38 Triliun atau naik 21,2%, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8% dengan jumlah nasabah sebesar 2,5 juta. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51,60%.

Pertumbuhan kinerja BNI Syariah diikuti oleh pertumbuhan kinerja BNI Syariah wilayah Kalimantan Timur. ”Alhamdulillah kehadiran BNI Syariah diterima baik oleh warga Kalimantan Timur terbukti dengan Kinerja Wilayah Kalimantan Timur yang terus meningkat. Per Desember 2017 aset BNI Syariah Wilayah Kalimantan Timur mencapai Rp 491 Milyar dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp 473 Milyar dan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 383 Milyar”, papar Direktur Kepatuhan dan Risiko, Tribuana Tunggadewi.

BNI Syariah memiliki 2 Kantor Cabang di Wilayah Kalimantan Timur yaitu Balikpapan dan Samarinda. Kantor Cabang BNI Syariah Balikpapan berlokasi di Jl. Sudirman sedangkan Kantor Cabang BNI Syariah Samarinda berlokasi di Jl. Ir H. Juanda dengan 2 KCP di Balikpapan Baru dan Tarakan serta didukung oleh 44 outlet Shariah Channeling Office (SCO) BNI. Insya Allah mohon doa restu dari Bapak dan Ibu, Juni 2018 BNI Syariah akan membuka KCP di Bontang.

BNI Syariah senantiasa menjadi mitra yang Hasanah (Hasanah Banking Partner) dengan mendampingi seluruh nasabah melalui layanan dan produk unggulan sejak lahir sampai mempersiapkan kehidupan di akhirat kelak yang kami namakan dengan Hasanah Way seperti tabungan BNI iB Hasanah, BNI Griya iB Hasanah, BNI iB Hasanah Card dan produk unggulan lainnya. Saat ini perkembangan era digital dan financial technologi, mendorong BNI Syariah untuk terus ber inovasi dengan meluncurkan aplikasi Wakaf Hasanah, Hasanah Personal, dan Tapcash untuk pembayaran tol, kereta, commuterline, busway, parkir dan pembayaran lainnya yang bekerjasama dengan BNI. Berkat kepercayaan dari seluruh mitra stakeholders inilah sampai dengan akhir 2017 BNI Syariah telah memperoleh 50 penghargaan dari media dan berbagai institusi, salah satunya kinerja terbaik 5 tahun berturut-turut dari Infobank.


Tentang BNI Syariah

BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,9% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life. BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 14.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Prima serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking. Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 323 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.400 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***


Tentang Hasanah

Hasanah merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al-Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk/layanannya. Cita-cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta.

Dewan Pengawas Syariah : Ketua : K.H. Ma’ruf Amin, Anggota : DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris : Komisaris utama : Fero Poerbonegoro, Komisaris : Syakir Sula*, Rizqullah, Max Niode.

Direksi : Direktur Utama : Abdullah Firman Wibowo *, Direktur : Junaidi Hisom, Dhias Widhiyati, Tribuana Tunggadewi.

* Berlaku efektif setelah fit and proper test.


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi :

Komunikasi Perusahaan

Adjat Djatnika | Corporate Secretary I Hp : 081386608870.

Barno Sudarwanto | Corporate Secretary I Hp : 08122873446.

M Iqbal Taqiudin | Corporate Communication Manager I Hp : 081291437909.

Email : corcom@bnisyariah.co.id | Telpon : 021-2970 1946 | Fax : 021-2966 7935.

Related

Share