X

Pengumuman

BNI Syariah Bukukan Laba Rp 78 Miliar

BNI Syariah Bukukan Laba Rp 78 Miliar

JAKARTA - PT Bank BNI Syariah membukukan laba hingga kuartal I-2017 sebesar Rp 77,64 miliar atau mendekati Rp 78 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 75 miliar.

Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati mengungkapkan, rendahnya pertumbuhan laba disebabkan oleh mesin pembentuk laba yang belum berjalan optimal. “Dari sisi pembiayaan belum bertumbuh optimal, ini karena pengaruh siklikal karena anggaran pemerintah belum cair,” kata Dhias di Jakarta, Kamis (20/4).

Selain itu, risiko pembiayaan bermasalah (non performing financing/ NPF) meningkat sehingga menambah pencadangan perseroan. Tercatat, biaya pencadangan pada kuartal I-2017 sebesar Rp 145 miliar, naik dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 50 miliar. “Dari sisi coverage ratio juga kami tingkatkan dari 83% menjadi 89%,” ujar dia.

Meski dinilai belum optimal, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan, pihaknya bisa membukukan pembiayaan hingga Rp 21,26 triliun pada kuartal I-2017, naik 17,83% secara year on year (yoy).

Dari nilai tersebut, lanjut dia, sekitar 56,1% berasal dari pembiayaan konsumtif, diikuti oleh pembiayaan produktif atau usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 21,07%, pembiayaan komersial 17,73%, dan pembiayaan mikro 3,6%, sisanya berasal Hasanah Card 1,59%.

Sedangkan dari sisi NPF, dia mengakui memang meningkat ke level 3,16%. Namun, Firman optimistis sebelum Juni 2017, NPF bisa berada di bawah 3%. “Kami akan berusaha menurunkan NPF dengan melakukan kualitas nasabah dan program restrukturisasi kredit,” kata dia.

Sementara itu, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga kuartal I-2017 tercatat sebesar Rp 25,81 triliun, naik 23,4% (yoy). Peningkatan DPK tersebut mengkontribusi perolehan aset yang mencapai Rp 29,86%. “Peningkatan DPK dikontribusi dari pertumbuhan tabungan yang meningkatkan rasio CASA ke angka 47,39%,” ungkap dia.

Dilihat dari rasio keuangan yang lain, rasio kecukupan modal BNI Syariah hingga kuartal I-2017 tercatat 14,4%. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan CAR industri perbankan syariah yang mencapai 16,9%.

“Kami mengharapkan adanya penambahan modal dari bank induk sebesar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun sehingga bisa menaikkan CAR 2-4%,” jelas dia. (gtr)

Minggu, 23 April 2017 | 00:41

Jurnalis: Gita Rossiana/GOR

Sumber berita: http://www.beritasatu.com/investor/426722-bni-syariah-bukukan-laba-rp-78-miliar.html

BNI Syariah Bukukan Laba Rp 78 Miliar

JAKARTA - PT Bank BNI Syariah membukukan laba hingga kuartal I-2017 sebesar Rp 77,64 miliar atau mendekati Rp 78 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 75 miliar.

Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati mengungkapkan, rendahnya pertumbuhan laba disebabkan oleh mesin pembentuk laba yang belum berjalan optimal. “Dari sisi pembiayaan belum bertumbuh optimal, ini karena pengaruh siklikal karena anggaran pemerintah belum cair,” kata Dhias di Jakarta, Kamis (20/4).

Selain itu, risiko pembiayaan bermasalah (non performing financing/ NPF) meningkat sehingga menambah pencadangan perseroan. Tercatat, biaya pencadangan pada kuartal I-2017 sebesar Rp 145 miliar, naik dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 50 miliar. “Dari sisi coverage ratio juga kami tingkatkan dari 83% menjadi 89%,” ujar dia.

Meski dinilai belum optimal, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan, pihaknya bisa membukukan pembiayaan hingga Rp 21,26 triliun pada kuartal I-2017, naik 17,83% secara year on year (yoy).

Dari nilai tersebut, lanjut dia, sekitar 56,1% berasal dari pembiayaan konsumtif, diikuti oleh pembiayaan produktif atau usaha kecil dan menengah (UKM) sebesar 21,07%, pembiayaan komersial 17,73%, dan pembiayaan mikro 3,6%, sisanya berasal Hasanah Card 1,59%.

Sedangkan dari sisi NPF, dia mengakui memang meningkat ke level 3,16%. Namun, Firman optimistis sebelum Juni 2017, NPF bisa berada di bawah 3%. “Kami akan berusaha menurunkan NPF dengan melakukan kualitas nasabah dan program restrukturisasi kredit,” kata dia.

Sementara itu, untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga kuartal I-2017 tercatat sebesar Rp 25,81 triliun, naik 23,4% (yoy). Peningkatan DPK tersebut mengkontribusi perolehan aset yang mencapai Rp 29,86%. “Peningkatan DPK dikontribusi dari pertumbuhan tabungan yang meningkatkan rasio CASA ke angka 47,39%,” ungkap dia.

Dilihat dari rasio keuangan yang lain, rasio kecukupan modal BNI Syariah hingga kuartal I-2017 tercatat 14,4%. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan CAR industri perbankan syariah yang mencapai 16,9%.

“Kami mengharapkan adanya penambahan modal dari bank induk sebesar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun sehingga bisa menaikkan CAR 2-4%,” jelas dia. (gtr)

Minggu, 23 April 2017 | 00:41

Jurnalis: Gita Rossiana/GOR

Sumber berita: http://www.beritasatu.com/investor/426722-bni-syariah-bukukan-laba-rp-78-miliar.html

Related

Share